Tampilkan postingan dengan label Paham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paham. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2012

Pluralisme

     Indonesia telah kehilangan seorang bapak pluralismenya. Gus Dur semasa hidup dikenal sebagai orang terdepan membela pluralisme. Baginya hal ini sebuah keniscayaan ketika berhadapan dengan agama, kebudayaan dan demokrasi. Tak ada demokrasi tanpa pluralisme. N o n s e n s. Artinya memang tiap-tiap kelompok agama, budaya, atau apapun latarnya harus bisa saling menghargai di tengah perbedaan. Gagasan ini sejalan dengan jargon yang digagas para pendiri bangsa ini “Bhineka Tunggal Ika”, berbeda-beda tapi satu, atau dalam kata Obama: “Unity in diversitity!”.